10 Pertanda Kamu Hanya Sekedar Cadangan Buat Pasanganmu

Kamu dan dia mungkin sudah lama berhubungan. Tapi, dia terkadang suka muncul dan menghilang tiba-tiba. Bahkan, kamu kerap memergokinya dekat dengan sosok lain. Dia tak benar-benar ingin menjalin hubungan denganmu karena menjadikanmu cadangan saja.

Sayangnya, sering kali seseorang tak sadari bahwa dia tak jadi prioritas dari orang yang dekat dengannya. Ada beberapa hal yang menandakan jika kamu hanya dijadikan cadangan. Dikutip dari Bolde dan Love Panky, inilah tanda jika kamu cuma menjadi cadangan buat si dia!

1. Sikapnya yang tidak konsisten dan kerap berubah

Terkadang, dia menjadi seseorang yang romantis dan penuh perhatian. Tiba-tiba, ia berubah jadi orang yang cuek dan menyebalkan. Perubahan sikap ini sering terjadi sehingga membuatmu bingung. Tidak ada alasan yang jelas di balik perubahan sikapnya.

Sikap yang tidak konsisten ini, bergantung dengan bagaimana situasi di luar sana memperlakukannya. Situasi di luar sana yang dimaksudkan adalah perempuan atau laki-laki lain yang menjadi prioritasnya.

2. Kamu tidak merasakan chemistry atau kecocokan dengannya

Chemistry adalah senyawa kimia yang dikeluarkan oleh tubuhmu dan pasangan untuk memberikan sinyal bahwa kalian adalah pasangan yang cocok. Sayangnya, kamu tak akan merasakan hal ini ketika berada di posisi cadangan. Tentu saja, karena tidak ada konsistensi kasih sayang dan perhatian di dalam hubunganmu darinya. Sekalipun kamu telah beberapa kali berkirim pesan dengannya, ini tidak juga membuatmu cocok. Cobalah untuk mendengarkan dirimu sendiri! Tubuhmu tidak akan pernah berbohong. Salah satu tanda tidak adanya chemistry adalah kamu tidak merasakan adanya sesuatu yang klik dengannya. Misalnya saja, pada minat atau visi misi.

3. Dia seakan-akan tidak pernah memberikan usaha lebih untukmu di kala kamu berupaya mati-matian padanya

Dalam membina suatu hubungan, diperlukan adanya kerja sama antara pihak-pihak yang terkait. Jika itu adalah hubungan romantis, maka kalian harus memberikan upaya yang sama. Ini akan berbeda jika kamu ditempatkan di bangku cadangan.

Kamu merasa telah mengerahkan semua tenagamu atau memberikan waktumu untuknya. Namun, dia tidak melakukan yang sebaliknya untukmu. Bahkan, ia nyaris tidak mempedulikanmu karena kamu bukanlah prioritasnya.

4. Tidak ada yang mengenalimu karena dia tidak pernah mengenalkanmu

Jangan heran jika tidak ada yang mengenalimu! Ia enggan mengenalkanmu bukan karena kamu tak layak untuk dikenalkan. Maksud terselubungnya adalah agar orang yang dijadikannya prioritas, tidak pergi karena mengetahui bahwa si dia memiliki pasangan.

Sekalipun terpaksa harus menjelaskan mengenai dirimu dan status di antara kalian, dia akan gelagapan dan menyebutmu hanya teman biasa. Ini akan terasa menyakitkan, apalagi jika kamu merasa sudah terlalu dekat dengannya.

5. Dia selalu sibuk, namun hanya denganmu saja

Setiap kamu ajak berkencan, dia akan selalu menjawab sibuk. Begitu pun ketika kamu mengajaknya melakukan video call di malam hari, dia akan beralasan mengantuk. Di matamu, dia sangat sibuk sehingga tak bisa menyempatkan waktunya sedikit saja.

Sayangnya, ini akan terasa pahit ketika kamu memergokinya hangout atau berjalan-jalan dengan teman yang lain. Dia sibuk, namun hanya untukmu saja. Kalau buat teman lainnya, apalagi untuk perempuan atau laki-laki yang diprioritaskan, waktunya akan terbuka lebar.

6. Menghubungimu dalam emergency atau menjadikanmu sebagai pilihan terakhir

Tenang saja, dia akan tetap menghubungimu! Hanya saja, dia menghubungimu dalam keadaan darurat. Ia mungkin akan mengirimkan pesan jik ingin meminta bantuanmu saja. Selain itu, dia menjadikanmu pilihan terakhir ketika orang yang diprioritaskannya tidak bisa memenuhi keinginannya. Setelah keinginannya terpenuhi, maka dia akan menghilang lagi seperti biasanya.

7. Mendengarkan kabar darinya akan sangat membuatmu tenang karena kamu sebelumnya merasa sangat cemas

Tanda lainnya jika kamu hanya cadangan untuknya adalah merasa sangat cemas ketika dia menghilang. Kamu akan bertanya-tanya, ke manakah ia pergi. Kamu juga akan terus-menerus mengecek gawaimu karena mungkin ia telah membalas pesanmu.

Sebaliknya, balasan darinya setelah beberapa minggu tak dibalas, menjadikanmu sangat gembira dan merasa lega. Padahal balasannya mungkin sangat singkat, seperti "iya" atau "oke". Lama kelamaan, perasaan seperti ini akan terasa sangat menyiksamu.

8. Dia suka sekali membatalkan janjinya sehingga membuat kalian jarang bertemu secara langsung

Ketika kamu membuat janji dengannya, ia mungkin akan mengiyakan. Tapi, ia akan membatalkan janji tersebut tiba-tiba atau di detik terakhir. Pembatalan ini sering kali disertai alasan tak jelas dan terkesan berbohong.

Alasan sebenarnya tentu saja karena orang yang di prioritaskannya mengiyakan ajakannya. Parahnya, dia tidak merasa bahwa tindakannya salah dan membuatmu sebal. Dia tidak mempedulikannya karena kamu adalah cadangannya saja. Alhasil, kamu dan dia jarang sekali bertemu secara langsung.

9. Kamu selalu mengirimkan pesan atau meneleponnya lebih dulu

Berkirim pesan atau menelepon mungkin menjadi aktivitas yang kamu lakukan bersamanya. Ini adalah dampak karena dia selalu menghindar atau membatalkan janji denganmu. Berkomunikasi via gawai pun harus didahului oleh kamu.

Kamu adalah orang yang pertama kali mengirimkan pesan atau menghubunginya. Sedangkan dia? Dia mungkin beberapa kali menghubungimu duluan, namun hanya jika orang yang menjadi prioritasnya tidak bisa menemaninya.

10. Kerap menghindar jika kamu menanyakan komitmen atau perasaannya padamu

Ini adalah tanda yang akan membuatmu sangat yakin, bahwa kamu adalah cadangannya. Dia akan selalu menghindari pertanyaan mengenai komitmen atau kejelasan hubungan ini. Dia seakan tidak mau kehilanganmu, namun juga tidak mau menjadikanmu orang yang spesial dalam hidupnya. Kamu seakan berada di kehidupannya sebagai pembanding atau pengganti dari orang yang diprioritaskannya.

Berada di posisi cadangan memang hal yang menyebalkan. Jika dia tidak segera memberi kejelasan, segeralah pergi dari hidupnya! Jangan biarkan dia memperlakukanmu semena-mena!

No comments

Powered by Blogger.